Langsung ke konten utama

Bacaan Sholat Fardhu


Do'a Iftitah  :

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

Do'a Ruku'dan Sujud



Bacalah Paling Sedikit 3 (Tiga) Kali

Kedua :
Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca do’a dalam ruku’ dan sujud-nya dengan bacaan:
 سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

(Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Al-Bukhari no. 794 dan Muslim no. 484)


Do'a I'tidal (Bangkit dari Ruku')

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami Allahu liman hamidah.

Artinya: "Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya."

Setelah itu, gerakan i'tidal dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Latin: rabbana wa laka al-hamdu.

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian".

"Dari Abu Hurairah bahwasannya Nabi Muhammad SAW mengucapkan Sami'allahu Liman Hamidah (Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya) ketika mengangkat punggungnya dari ruku'. Kemudian ketika berdiri beliau membaca: Rabbana walakalhamdu (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian)." (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Dalam riwayat lain, ada bacaan doa i'tidal yang lebih lengkap dan disunnahkan untuk dibaca agar ibadah salat kita menjadi lebih sempurna:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbana lakal hamdu mil 'us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du.

Artinya: "Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu."

Bacaan panjang tersebut juga merupakan sunnah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang bersumber dari Musnad al-Mustakhraj 'ala shahih Muslim:

"Dari Ubaid bin al-Hasan dari Abu Aufa, ia berkata bahwa Rasulullah SAW ketika mengangkat kepalanya dari ruku' mengucapkan, sami'allahu liman hamidah:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Latin: Rabbana lakal hamdu mil 'us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du

Artinya: Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.

Do'a Sujud  

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Latin: Subḥānaka Allāhumma rabbanā wa biḥamdika, Allāhummaghfirlī.

Artinya: Mahasuci Engkau, ya Allah Tuhan kami dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.

Do'a duduk diantara dua sujud


رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Rabbighfir lii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya:

Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku dari segala kekurangan, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berikan aku petunjuk, berikan aku kesehatan, dan maafkan aku.

Do'a Tahiyatul awal


Bacaan Tahiyat Awal (Teks Arab, Latin, Arti) 

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا

إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin

Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad.

Arti

"Segala kehormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan hanyalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan Allah tercurah kepadamu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."
Tahiyat awal dibaca pada rakaat kedua sholat yang memiliki tiga atau empat rakaat, seperti Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

Bacaan Tahiyat Akhir (Sampai Sholawat Ibrahimiyah)

Tahiyat akhir memiliki bacaan yang sama seperti tahiyat awal, kemudian dilanjutkan dengan Sholawat Ibrahimiyah.

Tambahan Sholawat Ibrahimiyah

Arab

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin

Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa Ibraahiim wa 'alaa aali sayyidinaa Ibraahiim. Wa baarik 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa Ibraahiim wa 'alaa aali sayyidinaa Ibraahiim fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Arti

"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
Tahiyat akhir dibaca sebelum salam pada rakaat terakhir seluruh sholat wajib maupun sunnah.

Do'a Sebelum salam 

Doa ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai keburukan, seperti siksa neraka, siksa kubur, serta fitnah kehidupan dan kematian. Berikut bacaan doanya,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ

Latin: Allahumma innī a'ūdzu bika min 'adhābi jahannam, wa min 'adhābil qabri, wa min fitnatil maḥyā wal-mamāt, wa min sharri fitnatil masīhi d-dajjāl.

Artinya: "Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal."


Do'a Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Arab latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah.

Artinya: "Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."





Komentar

Postingan populer dari blog ini

 Langkah-langkah dasar dalam belajar Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: Tingkatan pertama ilmu adalah niat. Niat yang baik akan menghasilkan yang baik, sebaliknya niat yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik pula. Jika kita menanam padi maka kita akan memanen padi dan jika kita menanam cabai pasti akan memanen cabai. Jika kita belajar maka harus mempunyai niat lillahi ta’ala. Mencari ilmu karena semata-mata mencar ridho Allah insha Allah  akan menghasilkan ilmu-ilmu yang berkah dan bermanfaat buat diri sendiri bahkan buat semua orang. Kedua, mendengarkan. Proses yang kedua dalam belajar adalah mendengarkan. Dengarkan dahulu materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru kita. Agar materi yang disampaikan oleh seorang guru akan terekam oleh telinga kita dan pikiran kita. Ketiga, memahami. Proses memahami ...
 Etika terhadap saudara adalah etika yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap manusia beriman. Kenapa harus memiliki etika terhadap saudara? karena kita hidup tidak lepas dari mereka. Kita hidup bukan saja berhubungan dengan keluarga saja,akan tetapi di sekeliling kita ada saudara-saudara kita seiman yaitu tetangga dekat dan tetangga jauh.Mereka adalah saudara-saudara yang harus diperlakukan secara baik oleh kita semua. Etika kita kepada saudara diantaranya adalah: Pertama, saling menolong antara sesama saudara. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Almaidah ayat 2.  “Dan tolong menolnglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan, bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksanya.” Kedua, berkata baik kepada saudara. Ucapkanlah kata-kata yang baik dan sopan kepada saudara-saudara kita. menjaga lisan ini sangat penting sekali bagi kita sebagai seorang yang beriman karena selamatny...