Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021
   Sholat Jama' dan Qasar . Agus sugiana Pengertian shalat ialah beberapa perbuatan dan perkataan yang dimulai dengan Takbiratul ihram dan ditutup (diakhiri) dengan salam. Shalat ada dua macam, yaitu shalat wajib (fardhu) dan shalat sunnat. Shalat wajib ada lima yaitu zuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh. Adapun shalat sunnat lebih banyak dari shalat wajib (sebagaimana akan datang penjelasannya). Shalat wajib pada keadaan tertentu boleh dijama’ (dihimpun 2 shalat dalam satu waktu) dan dapat pula dipendekkan (diqashar) yaitu yang biasanya empat rakaat dijadikan 2 rakaat. Sholat jama' dan shalat qasar ini merupakan rukhsah (keringanan agama) yang diberikan kepada seorang musafir (orang yang sedang dalam perjalanan jauh).  Shalat Jama’ Shalat jama’ artinya shalat yang dikumpulkan. Orang dalam perjalanan boleh mengumpulkan dua shalat fardhu dalam satu waktu shalat. Shalat jama’ ada dua macam, yaitu: Jama’ Taqdim, artinya mengumpulkan kemuka, yaitu mengerjakan...
 Tahan lisan untuk ke surga Allah SWT telah memberikan anggota tubuh yang lengkap kepada manusia. Salah satunya adalah lisan yang sering kita gunakan untuk berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Jagalah lisan kita dengan tidak mengucapkan perkataan yang tidak baik, jika tidak menemukan perkataan yang baik maka diam, dan mulut  kita tidak mengkonsumsi kecuali  yang dihalalkan Allah SWT, niscaya ia akan memasuki surganya Allah SWT. Sebaliknya, jika kita tidak menjaga lisan dengan baik sehingga menggunakan lisan kita untuk membicarakan kejelekan orang lain, menghina, menghujat dan lainnya. Mulut digunakan untuk mengkonsumsi hal yang diharamkan oleh Allah SWT niscaya hal tersebut akan menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir hendaklah berkata baik, atau diam (muttafaqun ‘alaih). Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullahu sallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Barang siapa yan...
 Langkah-langkah dasar dalam belajar Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: Tingkatan pertama ilmu adalah niat. Niat yang baik akan menghasilkan yang baik, sebaliknya niat yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik pula. Jika kita menanam padi maka kita akan memanen padi dan jika kita menanam cabai pasti akan memanen cabai. Jika kita belajar maka harus mempunyai niat lillahi ta’ala. Mencari ilmu karena semata-mata mencar ridho Allah insha Allah  akan menghasilkan ilmu-ilmu yang berkah dan bermanfaat buat diri sendiri bahkan buat semua orang. Kedua, mendengarkan. Proses yang kedua dalam belajar adalah mendengarkan. Dengarkan dahulu materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru kita. Agar materi yang disampaikan oleh seorang guru akan terekam oleh telinga kita dan pikiran kita. Ketiga, memahami. Proses memahami ...
  Patuh kepada orang tua dan mengikuti nasihat orang tua akan membawa pada kesuksesan     Bagaimana cara untuk menghindari durhaka kepada orang tua agar tidak mendapatkan sangsi dari Allah SWT? Jawabannya adalah kita sebagai seorang anak harus patuh kepada kedua orang tua dengan mengikuti segala perintahnya dan nasihatnya. Karena nasihat orang tua akan membawa kesuksesan hidup di dunia  dan akhirat. Kesuksesan hidup di akhirat adalah mendapatkan surganya Allah SWT.     Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, tentunya memiliki kewajiban berbakti kepada orang tua baik ibu maupun ayah. Bahkan Agama islam mengajarkan dan mewajibkan kita sebagai seorang anak untuk patuh kepada ibu maupun ayah. Patuh kepada orang tua merupakan salah satu sifat yang terpuji.     Mungkin kita sebagai anak tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan ketaatan, kepatuhan pemuda  sholeh zaman dulu. Salah satu pemuda  sholeh zaman dahulu adalah Uwais ...
 Sangsi durhaka kepada kedua  orang tua     Kewajiban berbuat baik kepada orang tua kita sangat ditekankan sekali, dan boleh dikatakan menduduki urutan nomer dua setelah kewajiban menaati Allah SWT dan rosulNya. Oleh karena itu jika kita berbuat durhaka kepada orang tua kita tentu saja ada konsekuensi atau sangsi yang akan diterima oleh kita ketika di dunia dan akhirat. Sangsi yang akan diterima seorang anak yang durhaka diantaranya adalah: Pertama : Orang yang durhaka kepada orang tua akan mendapat    siksaan neraka nanti di akhirat jika ibu bapa yang bersangkutan tidak memaafkannya. Banyak sekali anak yang durhaka kepada orang tuanya tidak meminta maaf kepada orang tuanya, bahkan ada pula orang tua karena hatinya sakit sehingga  tidak mau memberi maaf kepada anaknya sampai orang tuanya meninggal dunia, tentunya ini akan ada balasannya di akhirat nanti yaitu siksaan neraka buat anak yang durhaka tersebut. Rosulullah SAW bersabda. “Sebesar-be...
 Istri sholehah adalah istri yang taat dan menjalankan etika terhadap suaminya     Mempunyai istri yang sholehah adalah dambaan seorang pemuda yang sholeh. Istri sholehah adalah istri yang selalu taat dan menjalankan semua etika terhadap suaminya. Ketaatan disini dalam bentuk segala perintah suami yang baik, dan bermanfaat. Seorang suami yang bijak tidak akan menyuruh seorang istri berbuat yang tidak baik. Seorang istri boleh tidak taat kepada suami apabila suami menyuruh tidak baik, menyuruh untuk bermaksiat, menyuruh untuk tidak beribadah kepada Allah SWT.     Istri yang sholehah adalah istri yang menjalankan etika terhadap suaminya. Sedikitnya ada enam belas etika istri terhadap suami yang harus dijalankan seorang istri dalam kehidupan sehari-hari. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan mengenai etika seorang istri terhadap suaminya...
 lanjutan Surga ada di bawah telapak kaki ibu Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan katakanlah: Wahai tuhanku , kasihanilah kiranya keduanya, sebagaimana keduanya telah mengasihani aku ketika aku masih kecil” (QS Al-Isra ayat 23-24). Surga ada di bawah telapak kaki ibu bermakna kita harus selalu berbakti kepada ibu. Karena khusus seorang ibu lebih besar pengorbanannya, telah berjuang sangat keras sejak mengandung sembilan bulan, menyapihnya dalam dua tahun serta membesarkan hingga dewasa. Ibu berperan sangat penting dalam keluarga terutama dalam tumbuh kembangnya seorang anak. Kita sering mendengar pernyataan “surga berada di telapak kaki ibu” makna sebenarnya adalah sebagai seorang anak harus berbakti kepada ibu. Karena seorang ibu memiliki kedudukan tertinggi dalam islam. Ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW dari Abu Hurairoh ra berkata "Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, ...
Surga ada di bawah  telapak kaki ibu Wahai pemuda pemudi ingatlah bahwa surga berada di telapak kaki ibu kita. Bukan kekasih kita yang harus di dahulukan bukan orang lain yang harus di perhatikan terlebih dahulu tetapi yang harus  kita   dahulukan  adalah  kedua orang tua kita.  Mengapa demikian, karena orang tua kita yang merawat kita sejak kecil, ibu kita telah menyapih kita selama dua tahun, ayah dan ibu kita telah membimbing kita hingga kita dewasa. Sabda Rasulullah SAW “Keridhaan Allah SWT terletak pada keridhaan ibu bapak dan kemurkaan Allah SWT terletak pada kemurkaan ibu bapak”. ( HR. Tirmidzi). Mengapa begitu mulianya orang tua kita sampai sampai surga ada di bawah telapak kaki ibu . Sebabnya ialah bahwa orang tua kita sangat besar jasanya kepada kita. Tidak ada manusia lain yang lebih besar jasanya, sayangnya serta pengorbanannya, kecuali  ibu kita. Orang tua kita telah lelah sekali dalam mendidik kita, memelihara kita, memberi bekal kep...
  Lanjutan Etika Suami terhadap istrinya  Ketiga, menunjukan cinta kasih. Hendaknya seorang suami selalu menunjukan cinta kasih sayangnya kepada istrinya. Dalam kondidi apapun bagi seorang suami harus memberikan cinta kasihnya kepada istrinya. Di waktu suami lagi ridho atau lagi marah seorang suami harus memberikan cinta dan kasih sayangnya. Keempat, bersikap lapang ketika sendiri. Hendaklah seorang suami mempunyai sikap yang mandiri ketika sedang sendiri di rumah. Jika suatu nanti seorang istri pergi bekerja ke luar kota, atau seorang istri lagi ada keperluan ke kedua orang tuanya. Sehingga istri tersebut tidak bisa melayani suaminya. Kelima, tidak mempersoalkan kesalahan istri. Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Apalagi manusia tempat salah dan dosa. Sebaik-baik manusia adalah orang yang berbuat salah dan memperbaiki kesalahannya. Jika seorang istri pernah berbuat salah maka bagi suami hendaknya tidak berlarut-larut mempersoalkan kesalahan istri.Yang seharusnya dilak...
 Etika seorang suami atas istrinya dan etika istri atas suaminya                     Diantara salah satu keharmonisan berkeluarga adalah seorang suami dan istri harus mempunyai etika. Baik etika seorang suami terhadap istri atau sebaliknya etika seorang istri terhadap suaminya. Marilah kita bahas hal ini agar hidup rumah tangga ada dalam ketenangan, keberkahan serta kenyamanan. Diantara etika suami terhadap istri dijelaskan oleh Imam Al-Ghozali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) menjelaskan mengenai adab seorang suami terhadap istri sebagai berikut:     “Adab suami terhadap istri, yakni berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah, menjaga harta istri, tidak bany...
 Etika terhadap saudara adalah etika yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap manusia beriman. Kenapa harus memiliki etika terhadap saudara? karena kita hidup tidak lepas dari mereka. Kita hidup bukan saja berhubungan dengan keluarga saja,akan tetapi di sekeliling kita ada saudara-saudara kita seiman yaitu tetangga dekat dan tetangga jauh.Mereka adalah saudara-saudara yang harus diperlakukan secara baik oleh kita semua. Etika kita kepada saudara diantaranya adalah: Pertama, saling menolong antara sesama saudara. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Almaidah ayat 2.  “Dan tolong menolnglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan, bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksanya.” Kedua, berkata baik kepada saudara. Ucapkanlah kata-kata yang baik dan sopan kepada saudara-saudara kita. menjaga lisan ini sangat penting sekali bagi kita sebagai seorang yang beriman karena selamatny...
 Etika orang tua terhadap anak diantaranya adalah yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali. Imam al-Ghazali berpendapat bahwa orang tua sebenarnya tidak bebas berbuat apa saja kepada anak-anaknya. Ada adab tertentu yang harus diperhatikan para orang tua terkait anak-anak berbakti kepada kedua orang tuanya.     Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitabnya adab fid Din (kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah halaman 444) disebutkan bahwa adab orang tua terhadap anak-anaknya sebagai berikut:  “.Adab orang tua terhadap anak, yakni membantu mereka berbuat baik kepada orang tua, tidak memaksa mereka berbuat kebaikan melebihi batas kemampuannya; tidak memaksakan kehendak kepada mereka disaat susah; tidak menghalangi mereka berbuat ta’at kepada Allah SWT; tidak membuat mereka sengsara disebabkan pendidikan yang salah.” Pertama, membantu anak-anak bersikap baik kepadanya. Siakp seorang anak dipengaruhi oleh sikap orang tua kepada anak-anak mereka. Jika orang tua sangat mencintai-anak-...
 Etika-etika terhadap orang tua etika terhadap anak, terhadap saudara, dan Etika terhadap suami istri        Sebagai seorang anak harus mempunyai etika atau tatakrama kepada kedua orang tua kita. Ada beberapa etika terhadap orang tua diantaranya adalah: 1. Taat kepada kedua orang tua dalam semua perintah  dan     larangan keduanya, selama di   dalammya tidak terdapat       kemaksiatan  kepada  Allah SWT, tidak ada pelanggaran     terhadap syariatNya, karena manusia tidak berkewajiban       taat kepada sesama manusia dalam   bermaksiat   kepada        Allah SWT. Firman   Allah SWT (Al-Quran   Surat Luqman ayat 15) “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang   itu,  maka   janganlah kamu mengikuti keduanya, dan...