Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Dicabutnya Ilmu dari Umat Manusia Pada Akhir Zaman

Dicabutnya ilmu dari manusia pada akhir zaman Ibnu Majah meriwayatkan dari Abdullah, sabda Rosulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Menjelang kiamat akan ada beberapa hari, dimana ilmu dicabut, lalu diturunkan kebodohan, dan terjadi banyak kerusuhan. Adapun kerusuhan ialah pembunuhan." Demikian pula yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Al-A'masy dengan lafadz yang sama. Ini semua menunjukkan, bahwa suatu ketika nanti ilmu akan dicabut dari umat manusia di akhir zaman, sehingga Al-Qur'an pun akan lenyap dari mushaf-mushaf dan dari dalam hati manusia. Akhirnya manusia tidal memiliki ilmu, yang ada hanyalah kakek-kakek dan nenek-nenek yang sudah lanjut usia. Mereka mengeluh dam menyatakan bahwa mereka hanya bisa mengucapkan "La ilaha illallah ". Padahal mereka mengucapkannya hanya sekedar ingin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Namun ucapan itu berguna bagi mereka, sekalipun mereka tidak melakukan amal shaleh dan tidak memiliki ilmu ya...

Pentingnya Ilmu Pengetahuan

Pentingnya Ilmu bagi kehidupan Belajar harus 1. Memiliki keinginan yang kuat di dalam hati 2. Ketekunan 3. Kerja keras 4. Sikap pantang menyerah Dengan belajar kita akan mengetahui hal-hal yang baru, ilmu-ilmu yang beru, mengerti tentang banyak  hal. Dalam Al-Quran Surat Ar-Rahman ayat 33 dijelaskan tentang pentingnya mencari ilmu "Wahai golongan jin dan manusia jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi maka tembuslah kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." Makna sulthon diatas adalah kekuatan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dengan ilmu pengetahuan seseorang bisa pergi ke luar angkasa, dengan ilmu pengetahuan seseorang bisa membuat pesawat. Dengan ilmu pengetahuan bisa membuat mesin tercanggih di dunia. Rosulullah SAW bersabda: "Barang siapa menempuh suatu perjalanan dalam rangka mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga" "Sesungguhnya para malaikat meletakkan (membentangkan) sayap-sayapnya  karena rel...

8 Jenis Rezeki Dari Allah SWT

1. Rezeki yang telah dijamin "Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan rezeki semuanya dijamin Allah SWT . Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (lauh Mahfuzh)." (Qur'an Surat Hud : 6). 2. Rezeki karena usaha "Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya". (Quran Surah An-Najm ayat 39) 3. Rezeki karena bersyukur "Dan ingatlah ketika tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti adzab-Ku sangat berat." (Quran Surah Ibrahim ayat 7) 4. Rezei tak terduga "Siapa yang yang bertaqwa kepada Allah SWT niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya Rezeki yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah SWT, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah SWT melaksan...

Langkah-langkah dasar dalam belajar

Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: 1. Tingkatan pertama ilmu adalah niat 2. Kemudian mendengarkan 3. Kemudian memahami 4. Kemudian menghafal 5. Kemudian mengamalkan 6. Kemudian menyebarkan Orang tua atau guru yang tidak memberikan anak didiknya langkah teratur dalam memperoleh ilmu hampir saja dikatakan tidak mengemban amanah dalam melaksanakan tugasnya. Apa saja tugas sebagai seorang ayah atau ibu kepada anaknya dan sebagai seorang guru  kepada peserta didiknya. 1. Luruskan anak kita atau peserta didik kita agar mempunyai niat yang benar. 2. Latih peserta didik kita untuk selalu diam dan selalu mendengarkan 3. Latih peserta didik kita untuk memahami satu persatu permasalahan 4. Bantu mereka untuk selalu menghafalkan ilmu 5. Mencontohkan kepada peserta didik bagaimana mengamalkan ilmu 6. Mengajarkan kepa...

Menjaga diri dan keluarga dari api neraka

Menjaga diri dan keluarga dari api neraka Ikhwan akhwat yang dimuliakan Allah SWT. Setiap keluarga pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Kebahagiaan apa yang diinginkan oleh sebuah   keluarga itu? tentunya setiap    keluarga mempunyai keinginan   yaitu memperoleh   kebahagian dunia dan akhirat. Sebuah keluarga yang tujuannya ingin meraih kebahagiaan dunia dan akhirat tentunya akan selalu menjaga dirinya dan kelurganya dari api neraka. Keluarga demkian akan selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Firman Alah SWT   dalam Al-Qur’an Surat Attahrim ayat 6. “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(QS Attahrim ayat 6 ).   Ayat diatas mengingatka...

Muliakanlah gurumu

                                 Muliakanlah gurumu Wahai   ikhwan/akhwat   yang selalu Allah SWT muliakan. Kita semua tahu bahwa hidup di dunia ini tidak lepas dari bimbingan seorang   guru. Guru ialah orang yang selalu memberikan pendidikan dan pengajaran kepada kita. Baik pendidikan yang bersifat formal atau informal. Maka apa saja kewajiban kita sebagai seorang pelajar, sebagai seorang santri atau sebagai seorang mahasiswa. Pertama, kita sebagai seorang murid harus hormat kepada guru karena guru adalah orang tua kita kedua di sekolah. Jangan sekali-kali kita merendahkan seorang guru, hormatilah guru kita. Kedua, kita sebagai seorang murid harus mematuhi segala perintah guru. Jika kita menaati atau mematuhi perintah guru sama saja dengan kita menaati perintah orang tua, karena orang tua kita sudah men...

Sangsi durhaka kepada kedua orang tua

           Saudara/I ku kewajiban berbuat baik kepada orang tua kita sangat ditekankan sekali, dan boleh dikatakan menduduki urutan nomer dua setelah kewajiban menaati Allah SWT dan rosulNya. Oleh karena itu jika kita berbuat durhaka kepada orang tua kita tentu saja ada konsekuensi atau sangsi yang akan diterima oleh kita ketika di dunia dan akhirat. Sangsi yang akan diterima seorang anak yang durhaka diantaranya adalah: Pertama : Orang yang durhaka kepada orang tua akan mendapat     siksaan neraka nanti di akhirat jika ibu bapa yang bersangkutan tidak memaafkannya. Banyak sekali anak yang durhaka kepada orang tuanya tidak meminta maaf kepada orang tuanya, bahkan ada pula orang tua karena hatinya sakit sehingga   tidak mau memberi maaf kepada anaknya sampai orang tuanya meninggal dunia, tentunya ini akan ada balasannya di akhirat nanti yaitu siksaan neraka buat anak yang durhaka tersebut. Rosulullah SAW ber...

Surga ada di bawah telapak kaki ibu

Saudara/I ku ingat bahwa surga berada di telapak kaki ibu kita. Bukan kekasih kita yang harus kita dahulukan bukan orang lain yang harus kita perhatikan terlebih dahulu tetapi yang harus   kita    dahulukan   adalah   kedua orang tua kita.   Mengapa demikian, karena orang tua kita yang merawat kita sejak kecil, ibu kita telah menyapih kita selama dua tahun, ayah dan ibu kita telah membimbing kita hingga kita dewasa. Sabda rosulullah SAW “Keridhaan Allah SWT terletak pada keridhaan ibu bapak dan kemurkaan Allah SWT terletak pada kemurkaan ibu bapak”. ( HR. Tirmidzi). Mengapa begitu mulianya orang tua kita sampai sampai surga ada di telapak kaki ibu kita. Sebabnya ialah bahwa orang tua kita sangat besar jasanya kepada kita. Tida ada manusia lain yang lebih besar jasanya kepada kita. Tidak ada yang lain yang lebih besar kasih sayangnya kepada kita, kecuali ayah dan ibu kita. Orang tua kita telah lelah sekali dalam mendidik kita, memelihara kita, member...

ta'atilah segala perintah orang tua meskipun ringan

Taatilah segala perintah orang tua meskipun ringan Saudara/I ku segala perintah orang tua adalah kewajiban bagi kita selaku anak untuk mematuhi, menaati dan melaksanakan apa saja yang diperintahkan selagi perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT. Terkadang sekarang terbalik banyak anak-anak kita yang suka menyuruh kepada orang tuanya, mudah-mudahan itu bukan kita. Bagi anak yang sholeh-sholehah kapanpun dan dimanapun ibu atau ayah menyuruh kita, kita harus siap. Seberat apapun   pakerjaan kita,   kita harus mengutamakan perintah orang tua. Tetapi kenyataannya banyak sekali perintah orang tua yang kita abaikan kita tidak sadar bahwa perintah orang tua itu lebih utama daripada mementingkan kepentingan diri kita sendiri. Kita berperang antara ego kita dan perintah orang tua.             Jika kita perhatikan remaja sekarang, mereka sebagian besar lebih mementingkan hidup mereka sendiri daripada ...