Langsung ke konten utama

 Literasi       : 06 Oktober 2020

 Judul Buku : Diary Garfu Tala

Penulis        : Ustadz Nasrulloh


Penulis menggunakan istilah garfu tala dalam bukunya karena penulis merujuk pada percobaan rambatan gelombang. Dimana ada dua garfu tala yang didekatkan, ketika yang satunya digetarkan, ternyata menyebabkan garfu tala ayng lain ikut bergetar hanya dengan media udara. Begitupun dengan jiwa manusia sering bergetar karena persoalan hidup yang mereak hadapi. Getaran yang muncul itu membuat rezeki menjauh karena rasa galau. 

    Kegalauan menghilangkan rasa syukur kita kepada Alloh SWT,dan kehilangan rasa syukur kepada Alloh membuat kehilangan ridho dari sang pemberi rezeki. Oleh sebab itu solusinya adalah jiwa harus ditenangkan.

Pada bab pertama penulis mengulang kembali tulisannya mengenai magnet rezeki. 

Hukum Energi (Eeverything in the universy is energy. Kesimpulan sains yang menjadi awal yang berharga dalam menjalankan magnet rezeki yakni bahwa semua yang ada di alam ini hakikatnya adalah energi.

Air yang kita minum tersusun dari molekul H2O merupakan energi. Buku adalah energi, intinya semua yang ada di lam ini adalah energi. Kita bertemu , tetapi energilah yang menyatukan kita.

Pikiran sebagai antena. Antena bisa menarik sinyal begitu pula tubuh kita mempunyai antena . apa antenanya manusia? Antena itu adalah pikiran kita. Sains membuktikan bahwa pikiran kita bisa menarik dua juta informasi per detik . sadar maupuntidak sadar sengaja maupun tidak sengaja bahwa pikiran kita menarik berbagai informasi.

Informasi yang kita sadari berupa yang kita lihat, kita dengar, rasa, kecap, cium. informasi itu juga bisa yang tidak kita sadari yaitu susana di sekitar kita, cuca, suara-suara latar dan banyak lagi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bacaan Sholat Fardhu

Do'a Iftitah  : اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” ( HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98 ) Do'a Ruku'dan Sujud Bacalah Paling Sedikit 3 (Tiga) Kali Kedua : Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: “ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca do’a dalam ruku ’ dan sujud- nya dengan bacaan :   سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ( Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Al-Bukhari no. 794 ...
 Langkah-langkah dasar dalam belajar Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: Tingkatan pertama ilmu adalah niat. Niat yang baik akan menghasilkan yang baik, sebaliknya niat yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik pula. Jika kita menanam padi maka kita akan memanen padi dan jika kita menanam cabai pasti akan memanen cabai. Jika kita belajar maka harus mempunyai niat lillahi ta’ala. Mencari ilmu karena semata-mata mencar ridho Allah insha Allah  akan menghasilkan ilmu-ilmu yang berkah dan bermanfaat buat diri sendiri bahkan buat semua orang. Kedua, mendengarkan. Proses yang kedua dalam belajar adalah mendengarkan. Dengarkan dahulu materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru kita. Agar materi yang disampaikan oleh seorang guru akan terekam oleh telinga kita dan pikiran kita. Ketiga, memahami. Proses memahami ...

Siksa Kubur dan Nikmat Kubur

 Dunia ini adalah tempat untuk menanam kebaikan. Jika kita menanam kebaikan, kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, kejahatan tersebut akan kembali ke diri kita sendiri.   Jika kita bicara mengenai kematian. Kematian ini ada dua hal yang akan terjadi: Pertama, kita akan merasakan kesedihan, kesengsaraan yang luar biasa. Kesedihan dan kesengsaraan karena mendapatkan siksaan dari Alloh SWT. Intinya mendapatkan siksa kubur dari Alloh SWT.  Kedua, kita akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang akan diberikan Alloh SWT, berupa dilakukannya alam bawah kita, terangnya alam barjah serta taman-taman surga dari Alloh SWT.