Langsung ke konten utama

Langkah-langkah dasar dalam belajar


Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa:

1. Tingkatan pertama ilmu adalah niat
2. Kemudian mendengarkan
3. Kemudian memahami
4. Kemudian menghafal
5. Kemudian mengamalkan
6. Kemudian menyebarkan

Orang tua atau guru yang tidak memberikan anak didiknya langkah teratur dalam memperoleh ilmu hampir saja dikatakan tidak mengemban amanah dalam melaksanakan tugasnya. Apa saja tugas sebagai seorang ayah atau ibu kepada anaknya dan sebagai seorang guru  kepada peserta didiknya.

1. Luruskan anak kita atau peserta didik kita agar mempunyai niat yang benar.
2. Latih peserta didik kita untuk selalu diam dan selalu mendengarkan
3. Latih peserta didik kita untuk memahami satu persatu permasalahan
4. Bantu mereka untuk selalu menghafalkan ilmu
5. Mencontohkan kepada peserta didik bagaimana mengamalkan ilmu
6. Mengajarkan kepada peserta didik untuk selalu menyebarkan ilmu tersebut


Rambu-rambu
1. Saat memberi hadiah atas keberhasilan sang anak sekalipun ucapan "semoga Allah 
mengikhlaskan   niatmu dalam belajar do'akan anak didik kita dalam setiap kesempatan dengan do'a terbaik"
2. Kelas yang ribut dan tidak tertata rapih tidak layak untuk memulai pelajaran dan diberikan materi karena langkah kedua tidak boleh dilewati sangat tidak mungkin kalau langsung menapaki langkah  yang ke tiga
3. Materi yang belum faham harus diajarkan kembali jangan sampai materi satu belum faham sudah
beralih ke materi selanjutnya.
4. Mengajarkan ilmu dari yang paling dasar sampai kepada ilmu yang tertinggi atau tersulit sesuai dengan tingkat kebutuhan siswa
5. Ortu/Guru  adalah teladan bagi setiap peserta didik mohnkan kepada Allah agar diberi taufik
dalam usaha menjadi teladan bagi anak didik  menyebarkan ilmu dalam berbagai kesempatan bukan sebar obrolan yang tidak jelas maslahatnya
atau ada namun sangat sedikit.

 Imam Abdullah bin Mubarak rahimahullah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bacaan Sholat Fardhu

Do'a Iftitah  : اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” ( HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98 ) Do'a Ruku'dan Sujud Bacalah Paling Sedikit 3 (Tiga) Kali Kedua : Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: “ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca do’a dalam ruku ’ dan sujud- nya dengan bacaan :   سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ( Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Al-Bukhari no. 794 ...
 Langkah-langkah dasar dalam belajar Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: Tingkatan pertama ilmu adalah niat. Niat yang baik akan menghasilkan yang baik, sebaliknya niat yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik pula. Jika kita menanam padi maka kita akan memanen padi dan jika kita menanam cabai pasti akan memanen cabai. Jika kita belajar maka harus mempunyai niat lillahi ta’ala. Mencari ilmu karena semata-mata mencar ridho Allah insha Allah  akan menghasilkan ilmu-ilmu yang berkah dan bermanfaat buat diri sendiri bahkan buat semua orang. Kedua, mendengarkan. Proses yang kedua dalam belajar adalah mendengarkan. Dengarkan dahulu materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru kita. Agar materi yang disampaikan oleh seorang guru akan terekam oleh telinga kita dan pikiran kita. Ketiga, memahami. Proses memahami ...

Siksa Kubur dan Nikmat Kubur

 Dunia ini adalah tempat untuk menanam kebaikan. Jika kita menanam kebaikan, kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, kejahatan tersebut akan kembali ke diri kita sendiri.   Jika kita bicara mengenai kematian. Kematian ini ada dua hal yang akan terjadi: Pertama, kita akan merasakan kesedihan, kesengsaraan yang luar biasa. Kesedihan dan kesengsaraan karena mendapatkan siksaan dari Alloh SWT. Intinya mendapatkan siksa kubur dari Alloh SWT.  Kedua, kita akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang akan diberikan Alloh SWT, berupa dilakukannya alam bawah kita, terangnya alam barjah serta taman-taman surga dari Alloh SWT.