Langsung ke konten utama

Dicabutnya Ilmu dari Umat Manusia Pada Akhir Zaman

Dicabutnya ilmu dari manusia pada akhir zaman
Ibnu Majah meriwayatkan dari Abdullah, sabda Rosulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,
"Menjelang kiamat akan ada beberapa hari, dimana ilmu dicabut, lalu diturunkan kebodohan, dan terjadi banyak kerusuhan. Adapun kerusuhan ialah pembunuhan."
Demikian pula yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Al-A'masy dengan lafadz yang sama.
Ini semua menunjukkan, bahwa suatu ketika nanti ilmu akan dicabut dari umat manusia di akhir zaman, sehingga Al-Qur'an pun akan lenyap dari mushaf-mushaf dan dari dalam hati manusia. Akhirnya manusia tidal memiliki ilmu, yang ada hanyalah kakek-kakek dan nenek-nenek yang sudah lanjut usia. Mereka mengeluh dam menyatakan bahwa mereka hanya bisa mengucapkan "La ilaha illallah ". Padahal mereka mengucapkannya hanya sekedar ingin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Namun ucapan itu berguna bagi mereka, sekalipun mereka tidak melakukan amal shaleh dan tidak memiliki ilmu yang bermanfaat.
Kalau ada pendapat yang mengatakan, bahwa ucapan mereka itu dapat menyelamatkan mereka dari neraka, boleh jadi maksudnya, bahwa lalimat tauhid itu mencegah mereka masuk neraka sama sekali. Karena kewajiban mereka hanya mengucapkan kata-kata itu, sebab mereka tidak lagi dibebani melakukan amalan-amalan yang seruannya tak sampai kepada mereka. Dan Allah Ta'ala jualah yang lebih tahu.
Tetapi mungkin juga yang dimaksuf adalah, bahwa kalimat tauhid itu menyelamatkan mereka dari neraka setelah terlebih dahulu memasukinya. Dan dengan pengertian ini, mereka itu yang dimaksud firman Allah ta'ala dalam hadits qudsi.
" Demi kemuliaanKu dan keagunganKu, sesungguhnya Aku benar-benar akan mengeluarkan dari neraka siapa pun yang pada suatu hari selama hidupnya pernah mengucapkan 'La ilaha illallah."
Wallahu a'lam

Disalin dari kitab "Huru -hara hari kiamat" karangan Ibnu Katsir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bacaan Sholat Fardhu

Do'a Iftitah  : اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” ( HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98 ) Do'a Ruku'dan Sujud Bacalah Paling Sedikit 3 (Tiga) Kali Kedua : Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: “ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca do’a dalam ruku ’ dan sujud- nya dengan bacaan :   سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ( Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Al-Bukhari no. 794 ...
 Langkah-langkah dasar dalam belajar Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: Tingkatan pertama ilmu adalah niat. Niat yang baik akan menghasilkan yang baik, sebaliknya niat yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik pula. Jika kita menanam padi maka kita akan memanen padi dan jika kita menanam cabai pasti akan memanen cabai. Jika kita belajar maka harus mempunyai niat lillahi ta’ala. Mencari ilmu karena semata-mata mencar ridho Allah insha Allah  akan menghasilkan ilmu-ilmu yang berkah dan bermanfaat buat diri sendiri bahkan buat semua orang. Kedua, mendengarkan. Proses yang kedua dalam belajar adalah mendengarkan. Dengarkan dahulu materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru kita. Agar materi yang disampaikan oleh seorang guru akan terekam oleh telinga kita dan pikiran kita. Ketiga, memahami. Proses memahami ...

Siksa Kubur dan Nikmat Kubur

 Dunia ini adalah tempat untuk menanam kebaikan. Jika kita menanam kebaikan, kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, kejahatan tersebut akan kembali ke diri kita sendiri.   Jika kita bicara mengenai kematian. Kematian ini ada dua hal yang akan terjadi: Pertama, kita akan merasakan kesedihan, kesengsaraan yang luar biasa. Kesedihan dan kesengsaraan karena mendapatkan siksaan dari Alloh SWT. Intinya mendapatkan siksa kubur dari Alloh SWT.  Kedua, kita akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang akan diberikan Alloh SWT, berupa dilakukannya alam bawah kita, terangnya alam barjah serta taman-taman surga dari Alloh SWT.