Langsung ke konten utama

Surga ada di bawah telapak kaki ibu


Saudara/I ku ingat bahwa surga berada di telapak kaki ibu kita. Bukan kekasih kita yang harus kita dahulukan bukan orang lain yang harus kita perhatikan terlebih dahulu tetapi yang harus  kita   dahulukan  adalah  kedua orang tua kita.  Mengapa demikian, karena orang tua kita yang merawat kita sejak kecil, ibu kita telah menyapih kita selama dua tahun, ayah dan ibu kita telah membimbing kita hingga kita dewasa. Sabda rosulullah SAW “Keridhaan Allah SWT terletak pada keridhaan ibu bapak dan kemurkaan Allah SWT terletak pada kemurkaan ibu bapak”. ( HR. Tirmidzi).
Mengapa begitu mulianya orang tua kita sampai sampai surga ada di telapak kaki ibu kita. Sebabnya ialah bahwa orang tua kita sangat besar jasanya kepada kita. Tida ada manusia lain yang lebih besar jasanya kepada kita. Tidak ada yang lain yang lebih besar kasih sayangnya kepada kita, kecuali ayah dan ibu kita. Orang tua kita telah lelah sekali dalam mendidik kita, memelihara kita, memberi bekal kepada kita dan memberi bimbingan-bimbingan kepada kita serta mengarahkan kita agar kita selalu berbuat baik.
Kita sebagai anak tidak ada alasan lain untuk selalu berbuat baik kepada orang tua. Kalau kita lihat di zaman now ini banyak sekali anak-anak  kita yang berhubungan baik dengan orang lain, temannya tetapi sangat jauh sekali hubungan baik dengan orang tua. Bahkan anak sekarang ini banyak sekali yang melawan terhadap orang tua kita.
Saudara/I ku sadarlah bahwa ketika kita masih bayi, masih kanak-kanak, hidup kita  tidak terlepas dari bantuan orang tua kita. Orang tua kita yang selalu memandikan kita, menyuapin makan kita, memakaikan pakaian kita dan lainnya. Makanya mari kita renungkan begitu banyak sekali jasa kedua orang tua kita.
Saudara/I kita jika kita berbuat baik kepada ibu dan ayah kita, Insya Allah anak kita nanti akan berbuat baik kepada kita. Jika sebaliknya kita tidak berbuat baik kepada orang tua kita insya Allah anak kita tidak akan baik kepada kita. Anak kita tidak akan menghargai kita bahkan akan melawan kepada kita. Orang tua yang sholeh tentu anaknya pun akan sholeh, Sebaliknya orang tua yang tidak baik akan menghasilkan anak yang tidak baik pula. Tetapi banyak orang tua yang sudah sadar bahwa dirinya tidak baik menginginkan anaknya baik.
Saudara/I ku hal baik  apa saja yang harus kita lakukan kepada orang tua. Tiada lain berupa perkataan kita harus sopan, perbuatan kita harus baik tidak sampai menyakiti hati orang tua kita. Allah berfirman dalam al-qur’an surat al-isra ayat 23-24.
“Dan tuhanMu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan supaya kamu berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya ada dekat denganmu (dalam pemeliharaanmu) sampai berumur lanjut, sekali-kali jangan berkata kepada keduanya dengan perkataan “ah” jangan pula kamu bentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang hormat”. “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan katakanlah: Wahai tuhanku , kasihanilah kiranya keduanya, sebagaimana keduanya telah mengasihani aku ketika aku masih kecil” (QS Al-Isra ayat 23-24).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bacaan Sholat Fardhu

Do'a Iftitah  : اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” ( HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98 ) Do'a Ruku'dan Sujud Bacalah Paling Sedikit 3 (Tiga) Kali Kedua : Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: “ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca do’a dalam ruku ’ dan sujud- nya dengan bacaan :   سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ( Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Al-Bukhari no. 794 ...
 Langkah-langkah dasar dalam belajar Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: Tingkatan pertama ilmu adalah niat. Niat yang baik akan menghasilkan yang baik, sebaliknya niat yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik pula. Jika kita menanam padi maka kita akan memanen padi dan jika kita menanam cabai pasti akan memanen cabai. Jika kita belajar maka harus mempunyai niat lillahi ta’ala. Mencari ilmu karena semata-mata mencar ridho Allah insha Allah  akan menghasilkan ilmu-ilmu yang berkah dan bermanfaat buat diri sendiri bahkan buat semua orang. Kedua, mendengarkan. Proses yang kedua dalam belajar adalah mendengarkan. Dengarkan dahulu materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru kita. Agar materi yang disampaikan oleh seorang guru akan terekam oleh telinga kita dan pikiran kita. Ketiga, memahami. Proses memahami ...

Siksa Kubur dan Nikmat Kubur

 Dunia ini adalah tempat untuk menanam kebaikan. Jika kita menanam kebaikan, kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, kejahatan tersebut akan kembali ke diri kita sendiri.   Jika kita bicara mengenai kematian. Kematian ini ada dua hal yang akan terjadi: Pertama, kita akan merasakan kesedihan, kesengsaraan yang luar biasa. Kesedihan dan kesengsaraan karena mendapatkan siksaan dari Alloh SWT. Intinya mendapatkan siksa kubur dari Alloh SWT.  Kedua, kita akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang akan diberikan Alloh SWT, berupa dilakukannya alam bawah kita, terangnya alam barjah serta taman-taman surga dari Alloh SWT.