Langsung ke konten utama

 Etika-etika terhadap orang tua etika terhadap anak, terhadap saudara, dan Etika terhadap suami istri

       Sebagai seorang anak harus mempunyai etika atau tatakrama kepada kedua orang tua kita. Ada beberapa etika terhadap orang tua diantaranya adalah:
1. Taat kepada kedua orang tua dalam semua perintah  dan
    larangan keduanya, selama di   dalammya tidak terdapat  
    kemaksiatan  kepada  Allah SWT, tidak ada pelanggaran
    terhadap syariatNya, karena manusia tidak berkewajiban  
    taat kepada sesama manusia dalam   bermaksiat   kepada   
    Allah SWT. Firman   Allah SWT (Al-Quran   Surat Luqman ayat 15)
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan
dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu
tentang   itu,  maka   janganlah kamu mengikuti keduanya,
dan pergaulilah keduanya dengan
    baik.”
        Sabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam
     “Sesungguhnya ketaatan itu hanya ada dalam kebaikan”   (Muttafaq Alaih)
     Sabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam
     “Tidak ada kewajiban ketaatan bagi manusia dalam
       maksiat kepada Allah.”
         kebanyakan diri kita tidak sadar  bahwa perintah
     orang  tua itu  lebih  utama dari pada  kepentingan diri
     kita sendiri, kita lebih mementingkan ego kita daripada
     orang tua kita. Kita  tidak  sadar bahwa kita kecil dulu
     selalu ada  yang  menyangi  kita,  memperhatikan kita,
     mencari nafkah buat kita sehingga keringat bercucuran
     dan  selalu  merawat  kita  ketika   kita sakit tentunya
     siapa  lagi kalau bukan orang tua kita, ayah dan ibu
     kita.
2. Hormat dan menghargai kepada keduanya,merendahkan
    suara kita dan memuliakan keduanya dengan   perbuatan
    yang baik, tidak menghardik dan tidak mengangkat suara
    diatas suara keduanya, tidak berjalan di depan keduanya,
    tidak mendahulukan istri dan anak keduanya, tidak boleh
    memanggil dengan memanggil keduannya   dengan
    namanya  tetapi  memanggil keduanya dengan panggilan,
    “Ayah, Ibu”dan tidak berpergian kecuali dengan ijin dan
    kerelaan keduanya.
        Pada zaman sekarang ini  tantangan begitu  banyak
    oleh orang  tua.Anak-anak pada zaman sekarang sangat
    berbeda  dengan  anak-anak  zaman  dahulu  dalam  hal  
    hormat dan menghargai orang tua. Anak-anak sekarang
    masih suka mengeraskan suara di depan orang tuanya,
    masih ada yang tidak memuliakan  kedua orang tua dan
    banyak anak yang tidak sopan terhadap kedua orangtua
    Hal ini menandakan bahwa  kemerosotan akhlaq   pada
    anak dikarenakan   perkembangan  zaman  yang  begitu
    besar, atau pengaruh lingkungan yang sangat dominan.
3. Kita sebagai seorang anak harus berbakti kepada kedua
    orang tua dengan apa saja yang kita mampu.Contohnya  
   memberi sebagian  makanan buat  orang tua  kita,  dan
   memberi obat   apabila orang  tua  kita  sakit  atau kita
   merawat orang  tu a  kita yang  telah tua. Dengan  cara
   begitu insya Allah hidup kita akan selalu berkah.
4.Menyambung kekerabatan dengan saudara-saudara ibu
   atau ayah kita. Mendoakan  kedua  orang tua kita yang
   masih ada dan telah  tiada.  Menjalankan  wasiat kedua
   orang tua  kita serta  memuliakan  teman-teman  kedua
   orang tua kita yang telah tiada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bacaan Sholat Fardhu

Do'a Iftitah  : اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” ( HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98 ) Do'a Ruku'dan Sujud Bacalah Paling Sedikit 3 (Tiga) Kali Kedua : Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: “ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca do’a dalam ruku ’ dan sujud- nya dengan bacaan :   سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ( Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Al-Bukhari no. 794 ...
 Langkah-langkah dasar dalam belajar Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: Tingkatan pertama ilmu adalah niat. Niat yang baik akan menghasilkan yang baik, sebaliknya niat yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik pula. Jika kita menanam padi maka kita akan memanen padi dan jika kita menanam cabai pasti akan memanen cabai. Jika kita belajar maka harus mempunyai niat lillahi ta’ala. Mencari ilmu karena semata-mata mencar ridho Allah insha Allah  akan menghasilkan ilmu-ilmu yang berkah dan bermanfaat buat diri sendiri bahkan buat semua orang. Kedua, mendengarkan. Proses yang kedua dalam belajar adalah mendengarkan. Dengarkan dahulu materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru kita. Agar materi yang disampaikan oleh seorang guru akan terekam oleh telinga kita dan pikiran kita. Ketiga, memahami. Proses memahami ...

Siksa Kubur dan Nikmat Kubur

 Dunia ini adalah tempat untuk menanam kebaikan. Jika kita menanam kebaikan, kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, kejahatan tersebut akan kembali ke diri kita sendiri.   Jika kita bicara mengenai kematian. Kematian ini ada dua hal yang akan terjadi: Pertama, kita akan merasakan kesedihan, kesengsaraan yang luar biasa. Kesedihan dan kesengsaraan karena mendapatkan siksaan dari Alloh SWT. Intinya mendapatkan siksa kubur dari Alloh SWT.  Kedua, kita akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang akan diberikan Alloh SWT, berupa dilakukannya alam bawah kita, terangnya alam barjah serta taman-taman surga dari Alloh SWT.