Langsung ke konten utama

 lanjutan Surga ada di bawah telapak kaki ibu

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan katakanlah: Wahai tuhanku , kasihanilah kiranya keduanya, sebagaimana keduanya telah mengasihani aku ketika aku masih kecil” (QS Al-Isra ayat 23-24).
Surga ada di bawah telapak kaki ibu bermakna kita harus selalu berbakti kepada ibu. Karena khusus seorang ibu lebih besar pengorbanannya, telah berjuang sangat keras sejak mengandung sembilan bulan, menyapihnya dalam dua tahun serta membesarkan hingga dewasa. Ibu berperan sangat penting dalam keluarga terutama dalam tumbuh kembangnya seorang anak.
Kita sering mendengar pernyataan “surga berada di telapak kaki ibu” makna sebenarnya adalah sebagai seorang anak harus berbakti kepada ibu. Karena seorang ibu memiliki kedudukan tertinggi dalam islam. Ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW dari Abu Hurairoh ra berkata
"Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu. (HR. Bukhari)
Di dalam hadits di atas  nama ibu disebutkan sebanyak tiga kali dan ayah satu kali. Inilah  kiasan bahwa  "surga di telapak kaki ibu" adalah satu perumpamaan yang bahwasannya sebagai anak wajib menghormati tiga kali lebih baik ketimbang ayah. Bukan berarti ayah tidak harus dihormati, ya. Tetapi, dalam bentuk jasa seorang ibu di sini jauh lebih besar pengorbanannya.
Dalam kondisi apapun seorang anak harus mementingkan seorang ibu terlebih dahulu daripada diri sendiri, dan orang lain. Mungkin inilah yang dimaksud "surga berada di telapak kaki ibu". Dan kiasan “surga di telapak kaki ibu” sudah banyak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh anak-anak sholeh sholehah untuk tidak durhaka, melawan, membantah, membentak, bahkan sampai menyakiti hari seorang ibu. Sebaliknya anak sholeh sholehah selalu menjaga, menghormati, menyayangi, berkata yang lembut, sopan, taat serta patuh kepada ibu.
Sebagai seorang anak maka harus memperhatikan  ibu dengan baik dengan selalu memberikan senyuman, ucapan kelembutan penuh kasih sayang, dan peluklah ibu  di saat ibu lagi sedih, di saat masalah datang menghampirinya. Terus beri semangat dan motivasi ketika ibu sedang sakit dan selalu do’akan agar cepat sembuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bacaan Sholat Fardhu

Do'a Iftitah  : اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” ( HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98 ) Do'a Ruku'dan Sujud Bacalah Paling Sedikit 3 (Tiga) Kali Kedua : Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: “ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca do’a dalam ruku ’ dan sujud- nya dengan bacaan :   سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ( Maha suci Engkau wahai Rabb kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).” (HR. Al-Bukhari no. 794 ...
 Langkah-langkah dasar dalam belajar Abu Umar Ibnu Abdil Barr Al-Qurtthubi (463) membawakan riwayat dengan sanadnya sampai kepada Ali bin Hasan bin Syaqiq ia Ali mengatakan, aku mendengar Abdullah Bin Mubarak (181 H ) mengatakan bahwa: Tingkatan pertama ilmu adalah niat. Niat yang baik akan menghasilkan yang baik, sebaliknya niat yang tidak baik akan menghasilkan yang tidak baik pula. Jika kita menanam padi maka kita akan memanen padi dan jika kita menanam cabai pasti akan memanen cabai. Jika kita belajar maka harus mempunyai niat lillahi ta’ala. Mencari ilmu karena semata-mata mencar ridho Allah insha Allah  akan menghasilkan ilmu-ilmu yang berkah dan bermanfaat buat diri sendiri bahkan buat semua orang. Kedua, mendengarkan. Proses yang kedua dalam belajar adalah mendengarkan. Dengarkan dahulu materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru kita. Agar materi yang disampaikan oleh seorang guru akan terekam oleh telinga kita dan pikiran kita. Ketiga, memahami. Proses memahami ...

Siksa Kubur dan Nikmat Kubur

 Dunia ini adalah tempat untuk menanam kebaikan. Jika kita menanam kebaikan, kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya jika kita berbuat kejahatan, kejahatan tersebut akan kembali ke diri kita sendiri.   Jika kita bicara mengenai kematian. Kematian ini ada dua hal yang akan terjadi: Pertama, kita akan merasakan kesedihan, kesengsaraan yang luar biasa. Kesedihan dan kesengsaraan karena mendapatkan siksaan dari Alloh SWT. Intinya mendapatkan siksa kubur dari Alloh SWT.  Kedua, kita akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang akan diberikan Alloh SWT, berupa dilakukannya alam bawah kita, terangnya alam barjah serta taman-taman surga dari Alloh SWT.